Asian Agri, Anak Perusahaan RGE Bagikan Premi Kepada Petani Plasma di Riau dan Jambi

Berbeda dengan perusahaan – perusahaan lainnya, Royal Golden Eagle (RGE) mampu bekerjasama dengan sangat baik bersama para petani kecil sejak dulu hingga sekarang. Petani plasma sendiri merupakan konsep yang digunakan pemerintah Indonesia untuk buat perusahaan besar seperti perusahaan yang didirikan dan dipimpin oleh Sukanto Tanoto ini berjalan bersama seiringan dengan para petani kecil. Hal tersebut biasanya dikenal dengan PIR atau Perkebunan Inti Rakyat.

Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa sistem petani plasma menjadikan perusahaan besar yang awalnya memiliki nama sebagai Raja Garuda Mas tersebut bertindak sebagai perusahaan inti, lalu para petani kecilnya berperan sebagai petani plasma. Perusahaan inti yang dimaksud ini adalah anak perusahaan RGE yakni Asian Agri yang bertanggung jawab untuk terus dampingi dan kembangkan petani plasma. Dalam prosesnya, Asian Agri turut berikan pengetahuan serta keterampilan bagi para petani plasma dalam budidaya dan juga pengelolaan perkebunan secara tepat. Tak sampai di situ saja, Asian Agri ternyata juga memberikan bantuan dalam bentuk finansial kepada para petani kecil, khsuusnya bagi mereka yang membutuhkan pinjaman modal. Dalam hal ini Asian Agri bertindak sebagai penjamin untuk bank.

Asian Agri, Anak Perusahaan RGE Bagikan Premi Kepada Petani Plasma di Riau dan Jambi

Raja Garuda Mas atau Royal Golden Eagle memang benar – benar serius dalam menjalin kerjasama dengan baik dengan para petani plasma. Hal tersebut tergambar secara nyata dalam jumlah mitranya. Berkat kerjasama antara Asian Agri dengan para petani kecil ini menjadikan perusahaan bermitra dengan 30 ribu petani yang ada di Riau dan Jambi. Mereka tersebut yang nanti akan mengelola 60 ribu hektar lahan dalam sistem PIR. Asian Agri bahkan akan terus berkomitmen untuk berusaha lebih keras lagi agar bisa tumbuh besar bersama dengan para petani plasma. Jika dianalogikan, kemitraan dengan para petani plasma ini adalah DNA Asian Agri.

Setidaknya saat ini sudah ada sekitar 50% bahan baku dalam produksi minyak kelapa sawit Asian Agri asalnya dari para petani plasma. Jumlah tersebut tentunya tidak sembarangan, mengingat tak mudah untuk  bisa melakukannya dengan baik. Royal Golden Eagle bahkan secara aktif terus kembangkan kesejahteraan para petani plasma. Sebagai contoh, Asian Agri bagikan premi kepada para petani plasma yang ada di Riau dan Jambi. Premi yang dibagikan ini lebih dikenal dengan nama Premium Sharing. Ini merupakan insentif dari penjualan minyak kelapa sawit berkelanjutan yang jumlahnya tentu tak sedikit, yakni mampu mencapai sekitar 2.6 miliar.

Dana yang didapatkan tersebut nantinya akan dibagikan secara merata kepada para petani plasma sekitar 30 orang petani yang bernaung di bawah 6 asosiasi KUD. Asian Agri sangat berharap sekali, jika nanti dana yang dibagikan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya untuk meningkatkan kualitas hidup para petani plasma sendiri. Contohnya saja untuk meningkatkan kapasitas petani, perbaikan infrastruktur desa, dan kegiatan lainnya untuk kesejahteraan para petani.

Sekadar informasi saja, bahwa program inti plasma ini sebetulnya sudah lama dirancang, akan tetapi terkikis oleh zaman. Namun Asian Agri ternyata tetap menjalankannya secara konsisten. Ini artinya perusahaan besar seperti anak perusahaan Royal Golden Eagle, Asian Agri memang benar – benar bisa berjalan dengan sangat baik dengan para petani kecil. Kesuksesan perusahaan Sukanto Tanoto dalam membangun kemitraan dengan para petani plasma jadi bukti nyata yang bisa dikedepankan.

Leave a reply "Asian Agri, Anak Perusahaan RGE Bagikan Premi Kepada Petani Plasma di Riau dan Jambi"